Senin, 02 April 2012

Tips Menjadi Guru yang Menyenangkan


Guru
Seorang guru tentunya ingin membangun iklim komunikasi yang baik dengan siswanya, agar para siswa mengerti apa yang disampaikan, dan membuat aktivitas belajar mengajar menjadi menyenangkan.

Bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan itu? Para guru, di antaranya, dituntut untuk cekatan merespons kebutuhan siswa, selalu siap untuk berdiskusi, dab menjadi pendengar yang baik atas persoalan belajar siswa.  Tetapi, untuk melaksanakan itu semua, yang tak kalah penting adalah memberikan “aturan main” yang jelas, dan berikan kesempatan bagi siswa untuk memberikan umpan balik.

Kedengarannya memang mudah. Bagaimana mempraktikkannya? Ada beberapa cara yang mungkin bisa membantu Anda untuk menciptakan komunikasi yang efektif antara pengajar dan anak didik:

1. Mulailah pada hari pertama sekolah
Pada setiap awal tahun ajaran, atau semester, carilah waktu yang tepat untuk membuat semua aturan, dan kesempatan bagi siswa untuk berkomunikasi tentang berbagai situasi, termasuk pada siswa yang ‘bermasalah’. Seorang guru harus memastikan bahwa siswa merasa didekati sejak hari pertama sekolah.

2. Jadilah proaktif
Seorang guru harus berjuang ke arah gaya mendidik yang proaktif. Selain ada keuntungan dari momen yang spontan, tapi dapat juga digunakan untuk berkomunikasi dengan siswa, misalnya mengatur jadwal berdiskusi di luar jam mengajar.


3. Menjadi pendengar yang aktif
Mendengarkan secara aktif menunjukkan bahwa guru benar-benar mencoba untuk memahami secara verbal dan nonverbal pesan yang disampaikan, merasakan perasaan, dan pikiran. Menjadikan siswa yakin dan merasa dihargai bahwa apa yang mereka sampaikan mendapatkan perhatian.

4. Pastikan Anda mengatakan, "Saya mendengar Anda"
Seorang guru harus memvalidasi apa yang dikatakan oleh semua siswanya. Namun, validasi tidak berarti bahwa guru setuju atau percaya dengan segala hal yang dikatakan siswa, tetapi lebih untuk mengakui sudut pandang para siswa. Validasi membantu siswa percaya bahwa guru mendengarkan dan menghormati pendapat mereka. Misalnya, sebuah komentar seperti, "Aku senang kamu bisa berbagi pemikiran. Saya tentu tidak langsung setuju dengan perspektif Anda, tapi saya ingin mendengar lebih banyak."

5. Lakukan seperti Anda ingin diperlakukan
Seorang guru tentu ingin dan mengharapkan orang lain memperlakukan kita dengan hormat, berkomunikasi dengan jelas, dan memberikan tanggapan yang sesuai. Sikap empati dan melibatkan diri berdiskusi dengan siswa akan mengurangi sikap defensif dan memungkinkan para siswa merasa nyaman.

6. Jangan menghakimi dan menuduh
Seorang guru tentu ingin siswanya mengerti apa yang diajarkan tanpa membenci guru atau mata pelajarannyanya. Untuk itu, seorang guru sebaiknya tidak menghakimi, dan menuduh, tetapi harus memberikan pesan yang mudah ditafsirkan. Itu akan meningkatkan probabilitas siswa mendengarkan apa yang guru katakan.

7. Berkomunikasi secara jelas dan singkat
Banyak guru berusaha untuk menyampaikan banyak informasi pada satu waktu, tetapi itu akan membuat  siswa kelebihan beban informasi, kewalahan, dan sulit mencerna. Maka itu, seorang guru selaiknya melakukan komunikasi yang rutin, singkat, dan terfokus dengan siswanya. Sebab, tidak semuanya harus diselesaikan dalam satu diskusi.

8. Menjadi model kejujuran dan martabat
Siswa sangat cerdik dalam memahami kejujuran guru. Seorang guru harus mengakui jika tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan yang diajukan siswanya. Tetapi, guru harus berjanji untuk berupaya menemukan jawaban sebelum kelas berikutnya. Tidak jujur adalah kesalahan dalam mendidik.

9. Menerima pengulangan
Komunikasi adalah proses yang berkelanjutan. Siswa mungkin harus mendengarkan apa yang diajarkan berkali-kali sebelum mereka memahami dan masuk ke dalam pikirannya.

10. Ciptakan humor
Humor adalah bahan penting dalam proses komunikasi. Humor dapat meringankan, dan menjadi fasilitas yang baik ketika seorang guru tengah mengajarkan sesuatu kepada muridnya.

Tips Menjadi Guru yang Menyenangkan


Guru
Seorang guru tentunya ingin membangun iklim komunikasi yang baik dengan siswanya, agar para siswa mengerti apa yang disampaikan, dan membuat aktivitas belajar mengajar menjadi menyenangkan.

Bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan itu? Para guru, di antaranya, dituntut untuk cekatan merespons kebutuhan siswa, selalu siap untuk berdiskusi, dab menjadi pendengar yang baik atas persoalan belajar siswa.  Tetapi, untuk melaksanakan itu semua, yang tak kalah penting adalah memberikan “aturan main” yang jelas, dan berikan kesempatan bagi siswa untuk memberikan umpan balik.

Kedengarannya memang mudah. Bagaimana mempraktikkannya? Ada beberapa cara yang mungkin bisa membantu Anda untuk menciptakan komunikasi yang efektif antara pengajar dan anak didik:

1. Mulailah pada hari pertama sekolah
Pada setiap awal tahun ajaran, atau semester, carilah waktu yang tepat untuk membuat semua aturan, dan kesempatan bagi siswa untuk berkomunikasi tentang berbagai situasi, termasuk pada siswa yang ‘bermasalah’. Seorang guru harus memastikan bahwa siswa merasa didekati sejak hari pertama sekolah.

2. Jadilah proaktif
Seorang guru harus berjuang ke arah gaya mendidik yang proaktif. Selain ada keuntungan dari momen yang spontan, tapi dapat juga digunakan untuk berkomunikasi dengan siswa, misalnya mengatur jadwal berdiskusi di luar jam mengajar.


3. Menjadi pendengar yang aktif
Mendengarkan secara aktif menunjukkan bahwa guru benar-benar mencoba untuk memahami secara verbal dan nonverbal pesan yang disampaikan, merasakan perasaan, dan pikiran. Menjadikan siswa yakin dan merasa dihargai bahwa apa yang mereka sampaikan mendapatkan perhatian.

4. Pastikan Anda mengatakan, "Saya mendengar Anda"
Seorang guru harus memvalidasi apa yang dikatakan oleh semua siswanya. Namun, validasi tidak berarti bahwa guru setuju atau percaya dengan segala hal yang dikatakan siswa, tetapi lebih untuk mengakui sudut pandang para siswa. Validasi membantu siswa percaya bahwa guru mendengarkan dan menghormati pendapat mereka. Misalnya, sebuah komentar seperti, "Aku senang kamu bisa berbagi pemikiran. Saya tentu tidak langsung setuju dengan perspektif Anda, tapi saya ingin mendengar lebih banyak."

5. Lakukan seperti Anda ingin diperlakukan
Seorang guru tentu ingin dan mengharapkan orang lain memperlakukan kita dengan hormat, berkomunikasi dengan jelas, dan memberikan tanggapan yang sesuai. Sikap empati dan melibatkan diri berdiskusi dengan siswa akan mengurangi sikap defensif dan memungkinkan para siswa merasa nyaman.

6. Jangan menghakimi dan menuduh
Seorang guru tentu ingin siswanya mengerti apa yang diajarkan tanpa membenci guru atau mata pelajarannyanya. Untuk itu, seorang guru sebaiknya tidak menghakimi, dan menuduh, tetapi harus memberikan pesan yang mudah ditafsirkan. Itu akan meningkatkan probabilitas siswa mendengarkan apa yang guru katakan.

7. Berkomunikasi secara jelas dan singkat
Banyak guru berusaha untuk menyampaikan banyak informasi pada satu waktu, tetapi itu akan membuat  siswa kelebihan beban informasi, kewalahan, dan sulit mencerna. Maka itu, seorang guru selaiknya melakukan komunikasi yang rutin, singkat, dan terfokus dengan siswanya. Sebab, tidak semuanya harus diselesaikan dalam satu diskusi.

8. Menjadi model kejujuran dan martabat
Siswa sangat cerdik dalam memahami kejujuran guru. Seorang guru harus mengakui jika tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan yang diajukan siswanya. Tetapi, guru harus berjanji untuk berupaya menemukan jawaban sebelum kelas berikutnya. Tidak jujur adalah kesalahan dalam mendidik.

9. Menerima pengulangan
Komunikasi adalah proses yang berkelanjutan. Siswa mungkin harus mendengarkan apa yang diajarkan berkali-kali sebelum mereka memahami dan masuk ke dalam pikirannya.

10. Ciptakan humor
Humor adalah bahan penting dalam proses komunikasi. Humor dapat meringankan, dan menjadi fasilitas yang baik ketika seorang guru tengah mengajarkan sesuatu kepada muridnya.

Minggu, 01 April 2012

Cara Mengatasi Kram


Sering mengalami kram? Tidak enak kan rasanya karena otot terasa tegang dan sakit. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kram dan membuat kondisi kita menjadi lebih baik, yaitu:

1. Pijat
Cara ini yang paling efektif untuk mengatasi kram, karena bisa membantu otot menjadi lebih rileks. Lakukan pemijatan otot ke arah berlawanan. Dengan pijat, mobilisasi jaringan akan menjadi lebih lunak dan merangsang aliran darah. Dengan begitu, darah bisa membawa oksigen dan nutrisi lain ke sel, sehingga membantu membersihkan sisa metabolisme termasuk asam laktat yang tertumpuk di otot.

2. Konsumsi Cairan
Beberapa kondisi kram juga disebabkan dehidrasi. Menurut sebuah penelitian, orang yang minum air putih dalam jumlah cukup per hari lebih jarang menderita kram otot dibanding orang yang kurang minum air putih. Jadi, minumlah air putih minimal 8 gelas sehari. Saat berolahraga, tubuh akan mengalami peningkatan suhu tubuh, sehingga konsumsi air harus lebih banyak dari biasanya untuk mencegah dehidrasi yang dapat memicu kram.

3. Kompres Air Hangat
Mengompres dengan sesuatu yang hangat bisa memperbaiki fleksibilitas tendon dan juga ligamen, mengurangi rasa sakit, meningkatkan aliran darah dan metabolisme serta mengurangi kejang otot. Hangat yang dialirkan bisa merangsang pelepasan zat endorfin yang dapat menghambat rasa sakit. Menurut The Sports Injury Bulletin ketika aliran panas itu diterapkan pada bagian tubuh akan membuat dinding pembuluh darah menjadi rileks. Untuk meningkatkan fleksibitas jaringan, suhu yang diberikan sebaiknya berkisar antara 40-45 derajat celsius dalam durasi 5-30 menit.

4. Lakukan Peregangan
Ini salah satu solusi jangka pendek untuk kram. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS), arah yang harus dilakukan untuk menahan peregangan tergantung dari otot mana yang mengalami kram. Hal ini bisa ditentukan berdasarkan apa yang bisa membuat kaki merasa bertambah parah atau lebih baik. Disarankan untuk melakukan peregangan sebelum dan setelah berolahraga, sebagai pemanasan bagi otot. Salah satu caranya bisa dengan jalan di tempat atau jalan cepat.

5. Konsumsi Vitamin B
Untuk memperbaiki dan membangun kembali sel-sel, otot memerlukan vitamin B yang terbukti dapat membantu fungsi saraf dan mengontrol rasa nyeri. Dosis minimum yang dianjurkan adalah 50mg tiamin, 250mg B12, 30mg B6, dan 5mg B2 per dosis harian. Multivitamin B bisa diperoleh dari sumber makanan sehari-hari seperti polong-polongan, daging merah, daging ayam, dan sayur. Vitamin E dengan dosis 300 IU per hari juga bisa mengurangi kram di malam hari. Vitamin E terdapat pada kacang almond dan biji bunga matahari serta gandum.

Cara Mengatasi Kram


Sering mengalami kram? Tidak enak kan rasanya karena otot terasa tegang dan sakit. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kram dan membuat kondisi kita menjadi lebih baik, yaitu:

1. Pijat
Cara ini yang paling efektif untuk mengatasi kram, karena bisa membantu otot menjadi lebih rileks. Lakukan pemijatan otot ke arah berlawanan. Dengan pijat, mobilisasi jaringan akan menjadi lebih lunak dan merangsang aliran darah. Dengan begitu, darah bisa membawa oksigen dan nutrisi lain ke sel, sehingga membantu membersihkan sisa metabolisme termasuk asam laktat yang tertumpuk di otot.

2. Konsumsi Cairan
Beberapa kondisi kram juga disebabkan dehidrasi. Menurut sebuah penelitian, orang yang minum air putih dalam jumlah cukup per hari lebih jarang menderita kram otot dibanding orang yang kurang minum air putih. Jadi, minumlah air putih minimal 8 gelas sehari. Saat berolahraga, tubuh akan mengalami peningkatan suhu tubuh, sehingga konsumsi air harus lebih banyak dari biasanya untuk mencegah dehidrasi yang dapat memicu kram.

3. Kompres Air Hangat
Mengompres dengan sesuatu yang hangat bisa memperbaiki fleksibilitas tendon dan juga ligamen, mengurangi rasa sakit, meningkatkan aliran darah dan metabolisme serta mengurangi kejang otot. Hangat yang dialirkan bisa merangsang pelepasan zat endorfin yang dapat menghambat rasa sakit. Menurut The Sports Injury Bulletin ketika aliran panas itu diterapkan pada bagian tubuh akan membuat dinding pembuluh darah menjadi rileks. Untuk meningkatkan fleksibitas jaringan, suhu yang diberikan sebaiknya berkisar antara 40-45 derajat celsius dalam durasi 5-30 menit.

4. Lakukan Peregangan
Ini salah satu solusi jangka pendek untuk kram. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS), arah yang harus dilakukan untuk menahan peregangan tergantung dari otot mana yang mengalami kram. Hal ini bisa ditentukan berdasarkan apa yang bisa membuat kaki merasa bertambah parah atau lebih baik. Disarankan untuk melakukan peregangan sebelum dan setelah berolahraga, sebagai pemanasan bagi otot. Salah satu caranya bisa dengan jalan di tempat atau jalan cepat.

5. Konsumsi Vitamin B
Untuk memperbaiki dan membangun kembali sel-sel, otot memerlukan vitamin B yang terbukti dapat membantu fungsi saraf dan mengontrol rasa nyeri. Dosis minimum yang dianjurkan adalah 50mg tiamin, 250mg B12, 30mg B6, dan 5mg B2 per dosis harian. Multivitamin B bisa diperoleh dari sumber makanan sehari-hari seperti polong-polongan, daging merah, daging ayam, dan sayur. Vitamin E dengan dosis 300 IU per hari juga bisa mengurangi kram di malam hari. Vitamin E terdapat pada kacang almond dan biji bunga matahari serta gandum.

Panorama Indah di Pantai Siung

Pantai Siung merupakan salah satu pantai yang menunjukkan eksotisme keindahan alam di balik gersangnya Kabupaten Gunungkidul. Pantai ini terkenal karena keindahan panoramanya dengan pasir putih serta kondisi yang masih alami karena belum banyak terjamah.

Selain itu, area pantai ini juga menjadi tempat panjat tebing yang banyak difavoritkan. Hal ini dikarenakan terdapat tebing-tebing dengan aneka variasi level, mulai dari pemula sampai yang ekstrim.

Pantai yang terletak di kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul ini berjarak sekitar 70 km dari pusat Kota Yogyakarta. Walaupun cukup jauh, Anda tidak akan menyesal mengunjungi pantai ini.

Semua perjuangan Anda menuju lokasi pantai ini akan terbayar dengan keindahan alam pantai yang luar biasa. Keindahan pantai dengan pasir putihnya, bukit-bukit hijau yang menjulang di kanan dan kiri pantai, serta tebing-tebing menjulang yang menantang.​

Panorama Indah di Pantai Siung

Pantai Siung merupakan salah satu pantai yang menunjukkan eksotisme keindahan alam di balik gersangnya Kabupaten Gunungkidul. Pantai ini terkenal karena keindahan panoramanya dengan pasir putih serta kondisi yang masih alami karena belum banyak terjamah.

Selain itu, area pantai ini juga menjadi tempat panjat tebing yang banyak difavoritkan. Hal ini dikarenakan terdapat tebing-tebing dengan aneka variasi level, mulai dari pemula sampai yang ekstrim.

Pantai yang terletak di kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul ini berjarak sekitar 70 km dari pusat Kota Yogyakarta. Walaupun cukup jauh, Anda tidak akan menyesal mengunjungi pantai ini.

Semua perjuangan Anda menuju lokasi pantai ini akan terbayar dengan keindahan alam pantai yang luar biasa. Keindahan pantai dengan pasir putihnya, bukit-bukit hijau yang menjulang di kanan dan kiri pantai, serta tebing-tebing menjulang yang menantang.​

Sabtu, 31 Maret 2012

Minuman Penawar Racun Tubuh

Jus jeruk  
Mengkonsumsi sayuran segar dan jus buah adalah cara alami detoksifikasi tubuh Anda. Selain itu, rutin mengkonsumsi lima minuman berikut ini juga bermanfaat membuang racun dalam tubuh.

1. Air Putih
Dr. Poonam Rathod, pakar kesehatan, mengatakan, konsumsi air putih secara teratur sesuai kebutuhan tubuh mampu membersihkan sistem pencernaan, serta menghilangkan racun dan sisa-sisa makanan yang menempel di usus. Ini membuat tubuh dan perut bersih dari limbah makanan.

2. Air Kelapa Segar
Cairan ini bisa mendetoksifikasi tubuh secara alami. Selain membersihkan saluran pencernaan, minum air kelapa akan meningkatkan kekebalan tubuh dan bermanfaat menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

3. Jus Labu
Jus labu adalah obat alami yang sangat baik bagi mereka yang penderita masalah pencernaan dan keasaman. "Ini karena sifat basa-nya. Serat dalam sebotol jus labu juga menyembuhkan masalah pencernaan," kata Dr Rathod.

4. Teh Hijau
Teh hijau adalah merupakan antioksidan alami yang mengandung polifenol, sehingga membantu meregulasi glukosa dalam darah. "Polyphenol menghambat pergerakan glukosa ke dalam sel-sel lemak, dan mencegah mereka memasuki aliran darah," jelas Dr Rathod.

5. Jus Jeruk
Adalah sumber vitamin C, yang dikenal untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Jeruk kaya flavonoid, antioksidan, yang melindungi sistem kekebalan tubuh manusia dengan bertindak melawan kuman dan bakteri yang menyebabkan penyakit.

Sebagai tips, minuman detoksifikasi ini akan lebih baik jika dikonsumsi sebelum sarapan. Dengan cara seperti ini proses detoksifikasi akan berjalan dengan baik dan Anda bisa merasakan manfaat kesehatannya.